Boltim – Suasana berbeda terasa di jantung ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) pada malam ke-11 Ramadan 1447 Hijriah.
Lapangan Pondabo dipadati warga yang antusias menyaksikan pembukaan perdana Ramadan Festival Boltim 2026, yang secara resmi dibuka oleh Bupati Boltim, Oskar Manoppo.(28/02/2026)
Festival ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan lebih dari itu, Ramadan Festival 2026 menjadi panggung kolaborasi antara nilai religius, seni budaya, dan kebangkitan ekonomi lokal yang mulai menemukan momentumnya Perpaduan Syiar, Seni, dan Identitas Daerah.
Acara pembukaan diawali dengan penampilan Sanggar Seni MTs Negeri 3 Boltim di bawah asuhan Drs. Mahmud Langaru ,Tari Kabela yang sarat makna penghormatan dibawakan dengan penuh khidmat, dilanjutkan Tari Saman yang enerjik dan memukau tepuk tangan warga menggema, menandai bahwa Ramadan di Boltim tidak hanya tentang ibadah personal, tetapi juga ruang ekspresi budaya dan kebersamaan sosial.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP-PKK Boltim Ny. Rosita Manoppo Pobela, S.E., M.Si., Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan, Anggota DPRD Meykin Modeong, pimpinan OPD, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Dari Festival ke Akselerasi Ekonomi
Dalam sambutannya, Bupati Oskar Manoppo menegaskan bahwa Ramadan Festival dirancang sebagai ruang tumbuh bagi pelaku UMKM lokal

Sebanyak 13 UMKM lokal ambil bagian dalam festival ini, menghadirkan aneka kuliner khas Ramadan hingga produk kreatif masyarakat. Meski jumlahnya masih terbatas, Pemkab menilai ini sebagai langkah awal untuk membangun ekosistem ekonomi berbasis komunitas.
Ramadan Festival 2026 disebut sebagai model baru penguatan ekonomi berbasis event daerah, yang akan terus dievaluasi dan dikembangkan.
Lapangan taman Pondabo Akan Disulap Jadi Pusat UMKM Representatif
Sorotan utama malam itu adalah pernyataan Bupati terkait transformasi Lapangan Pondabo Ia mengungkapkan bahwa Detail Engineering Design (DED) pembangunan Taman Pondabo telah tersedia.
Dengan estimasi anggaran lebih dari Rp4 miliar pada tahun mendatang, kawasan ini direncanakan menjadi pusat UMKM yang representatif dan ruang publik modern bagi masyarakat.
Tak hanya itu, Pemkab Boltim juga akan menggandeng PLN untuk mempercantik tata cahaya sepanjang jalur Tutuyan hingga Togid, terinspirasi dari konsep pencahayaan kreatif yang digagas panitia pelaksana.
Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari visi besar penataan wajah ibu kota agar lebih hidup, estetik, dan ramah investasi.
Dukungan Mitra dan Harapan Jadi Agenda Tahunan.
Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini, termasuk jajaran Polres Boltim, Kementerian Agama, serta sponsor seperti J Resources dan Bank SulutGo.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan dan kebersihan selama festival berlangsung hingga Idulfitri.
Dengan memohon rida Allah SWT, Ramadan Festival 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka Syukur moanto,” pungkasnya.
Dengan konsep kolaboratif dan orientasi ekonomi yang jelas, Ramadan Festival Boltim 2026 diproyeksikan menjadi agenda tahunan unggulan yang tidak hanya menguatkan syiar Islam, tetapi juga menegaskan arah pembangunan Boltim: religius, kreatif, dan berdaya saing.















